Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

 

Di pertengahan tahun 2013 ini tepatnya Mei 2013, AMD menghadirkan sebuah gebrakan baru dengan meluncurkan 3 varian APU (Accelerated Processing Unit) terbaru yaitu AMD Elite Mobilty APU Platform– “Temash”, AMD Mainstream APU Platform – “Kabini” dan AMD Elite Kinerjance APU Platform – “Richland”.

 

Masing – masing APU ini dikhususkan untuk perangkat mobile baik Notebook, Tablet maupun Tablet Hybrid sehingga efisiensi penggunaan daya sudah tidak perlu diragukan lagi. Walaupun begitu, ketiga APU tersebut tetap memberikan kinerja yang tinggi dan juga kualitas grafis yang superior sehingga memungkinan untuk menjalankan berbagai aplikasi seperti browsing, edit foto, memutar video dan gaming.

 

 

 

 

 

Temash: APU Berdaya Irit Dengan Kualitas Grafis Yang Memukau

 

APU Temash
APU Temash

 

Suka menggunakan Tablet ataupun Notebook yang enteng? Bila ya, maka Temash sangat cocok untuk kamu. Temash merupakanAPU yang diperuntukkan perangkat mobile seperti Tablet, Tablet Hybrid dan Notebook dengan ukuran tidak lebih dari 13”.Angan– angan untuk kamu yang ingin memainkan game dengan grafis menawan di perangkat mobile bukan lagi impian dengan adanya AMD Radeon HD 8000 Series yang tertanam di Temash ini.

 

AMD APU Temash tidak hanya menggabungkan CPU (CentralProcessingUnit) dan GPU (graphics processing unit) ke dalam satu chip saja, kini Northbridge juga sudah dimasukkan ke dalam satu chip yang dikenal dengan sebutan SoC (SystemonChip). Hal ini memberikan keuntungan dalam penghematan daya serta mempercepat arus data.

 

Temash
Temash

 

Bila masih merasa kurang bertenaga, kamu bisa mengaktifkan AMD Turbo Core yang bisa memberikan peningkatan perfoma sebesar 40%. Selain itu, Dukungan terhadap DirectX 11.1 oleh arsitektur GCN (GraphicsCoreNext) pada AMD Radeon 8000 Series juga turut memberikan peningkatan kinerja pada komputasi sampai dengan 75%.

 

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan, Temash menghadirkan 3 varian yaitu seri A6-1450 (Radeon HD 8250) yang merupakan QuadCore dan seri A4-1250 (Radeon HD 8210) serta A4-1200 (Radeon HD 8180)yang merupakan DualCore. Walalupun Quad Core, daya yang dibutuhkan pada TDP hanya8W saja. Sedangkan untuk seri Dual Core, paling rendah hanya butuh 3.9W! Cukup irit bukan?Tentunya hal ini bisa memberikan daya tahan baterai yang tahan lama.

 

Irit daya belum tentu kurang tenaga.Temash sudah memberikan buktinya dengan menjalankan berbagai pengujian, baik menggunakan aplikasi khusus Benchmark maupun game seperti Left 4 Dead 2.Dari hasil pengujian bisa diketahi bahwa Temash seri A4-1200 mampu menghasilkan kinerja GPU sebesar 5x lebih baik.Ketahanan daya juga tidak perlu diragukan lagi, tablet yang berbasis AMD Elite Mobility “Temash”mempunyai daya tahan baterai 45% lebih lama.

 

Tipe Temash
Tipe Temash

 

Bagi kamu yang sukabrowsing, edit foto, mutar video, maupun main game, Notebook dan Tablet dengan Prosessor APU Temash sangat cocok untuk kamu. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, Temash terbukti bisa memberikan kinerja yang menajubkan sehingga Temash pun berhasil memenangkan “Best Choice of COMPUTEX TAIPEI 2013”.Tidak hanya itu, penghargaan ini merupakan ketiga kali berturut-turut diberikan kepada AMD APU.

 

 

 

 

 

Kabini: Prosessor Quad Core Pertama Di Entry Level / Mainstream

 

AMD Kabini
AMD Kabini

 

APU yang kedua adalah “Kabini” si AMD Mainstream APU Platform.Jika Temash diarahkan untuk meramaikan pasar Notebook dan Tablet berukuran kecil, Kabini lebih diarahkan ke pasaran Entry Level/Mainstream. Kabini merupakan Processor Quad Core pertama yang ada pada kelas Mainstream dan menawarkan pengalaman grafis dalam gaming ala Console. Buat kamu yang suka melakukan Browsing dan memutar video, Kabini mampu memberikandaya tahan baterai lebih dari 10 jam!

 

Kabini hadir dengan 2 seri yaitu A-Series dan E-Series. A-Series merupakan Quad Core APU yang terdiri dari A6-5200 (Radeon HD 8400) dan A4-5000 (Radeon HD 8330). Sedangkan untuk seri Dual Core yaitu E-Series terdiri dari E2-3000 (Radeon HD 8280), E1-2500 (Radeon HD 8240) dan E1-2100 (Radeon HD 8210).

 

Kabini SKU
Kabini SKU

 

Untuk masalah pengunaan daya, Kabini juga tidak kalah irit karena bisa bertahan selama 10 jam dalam kondisi standbydan kurang lebih bisa bertahan selama 9 jam untuk Browsing dan 6 jam dalam memainkan video 1080p. Untuk beberapa pengujian terutama pada game berat yaitu Batman Arkham City, Kabini tampil lebih unggul.

 

Mainstream Platform
Mainstream Platform

 

Terbukti Kabini sangat cocok bagi kamu yang sedang mencari sebuah perangkat mobile kelas mainstream yang bisa membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti browsing, edit foto, putar video ataupun sekedar gaming ringan.

 

 

 

Richland: APU Kinerja Tinggi Yang Hemat Daya

 

APU Richland
APU Richland

 

Sebelumnya pernah membahas Richland yang khusus untuk perangkat PC Desktop, untuk kali ini diperuntukan perangkat Mobile dimana kinerjanya tidak kalah menarik dengan versi Desktop.Richland merupakan APU yang dikhususkan untuk perangkat mobile High-end dimana mampu menjalankan berbagai aplikasi berat ataupun gaming tanpa hambatan.

 

Dikarena telah dilengkapi dengan AMD Radeon HD 8000 Series sebagai dapur pacunya grafis, Richland ini mampu memberikan peningkatan grafis sebesar 71%.Daya tahan baterai juga tidak perlu diragunkan lagi, Richland mampu bertahan lebih dari 10 jam dalam keadaan Standby dan lebih dari 7.5 jam melakukan Browsing. Jadi bagi kamu yang suka memutar video, edit foto-foto kesayangan ataupun gaming, tidak perlu takut lagi dengan kecepatan loading yang lama, gambar terpatah-patah dan mudah habisnya baterai.

 

Richland menghadirkan 2 varian untuk menjawab berbagai kebutuhan kamu, yaitu A-Series APU dan A-Series LV (LowVoltage) dan ULV (UltraLowVoltage) APU. A-Series terdiri dari seri A10-5757M (Radeon HD 8650G) dan A8-5557M (Radeon HD 8550G) yang merupakan APU Quad Core serta A6-5357M (Radeon HD 8450G) yang merupakan APU Dual Core. APU varian tersebut akan disematkan pada Notebook-Notebook high-end sehingga cocok untuk kamu yang ingin digunakan sebagai gaming.

 

Richland SKU
Richland SKU

 

Sedangkan untuk varian A-Series LV dan ULV APU akan disematkan pada Notebook-Notebook yang tipis atau Ultrathinsehingga cocok buat kamu yang sebagai pekerja Professional. A-Series LV dan ULV APU juga memiliki versi Quad Core dan Dual Core.Varian Quad Core berupa seri A10-5745M (Radeon HD 8610G) dan A8-5545M (Radeon HD 8510G)sedangkan varian Dual Core terdiri dari A6-5345M (Radeon HD 8410G) dan A4-5145M (Radeon HD 8310G).

 

Fitur-fitur baru yang telah disematkan pada APU terbaru ini adalah AMD Wireless Display. Fitur ini memungkinkan kamu untuk menghubungkan Notebook dengan perangkat Monitor yang terpisah tanpa menggunakan kabel tanpa hambatan.Hal ini dikarenakan AMD Wireless Display mampu memberikan kinerja 3.9 kali lebih baik. Dengan disematkannya teknologi AMD Eyefinity, kamu bisa menggunakan tiga monitor secara bersamaan yang dihubungkan dengan Dock.

 

Elite APU Perfomance
Elite APU Perfomance

 

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, baik menggunakan aplikasi Benchmark ataupun menggunakan game-game terbaru, terbukti APU Richland mampu memberikan kinerja yang lebih baik.Dengan peningkatan kinerja sebesar 39% sampai dengan 97% pada pengujian game, Richland bisa menjawab kebutuhan kamu yang menginginkan sebuah Notebook yang bertenaga.Tidak hanya itu, dari segi ketahanan daya baterai terbukti juga tahan lama.

 

Paradigma Richland
Paradigma Richland

 

Bila merasa belum puas dengan kinerja Richland, kamu bisa memilih Notebook yang telah dilengkapi dengan fitur AMD Radeon Dual Graphics. Dari pengujian yang telah dilakukan, kombinasi Richland dengan Radeon HD 8750 mampu memberikan peningkatan kinerja sebesar 55%! Game yang akan dirilis untuk beberapa tahun kedepan sudah pasti bisa dijalankan tanpa hambatan.

 

Performa Richland
Performa Richland

 

 

 

Cukup menarik sekali dengan tiga AMD APU yang baru saja diluncurkan.Ketiga-tiganya mampu memberikan kinerja yang powerful pada segmennya masing-masing dan konsumsi daya yang minim.Sudah tidak perlu ragukan lagi bahwa perangkat mobile yang dilengkapi dengan salah satu APU tersebut mampu memuaskan segala keinginan kamu.

 

Bagaimana menurut kamu?Apakah kamu sudah tidar sabar lagi untuk segera memilikinya?Jangan lupa untuk meninggalkan pendapat kamu di bawah ini.

 

source: http://www.amd-id.com/2013/06/gebrakan-3-apu-amd-2013-temash-kabini-dan-richland/

 

Acer Aspire E1-451G
Acer Aspire E1-451G

Seperti yang disebutkan pada judul, Acer Aspire E1-451G  merupakan laptop pertama di Indonesia yang didukung oleh kartu grafis (VGA) Radeon HD 8000 series yang masuk ke Indonesia sejak May 2013 lalu. Acer Aspire E1-451G dilengkapi oleh prosessor AMD APU (Accelerated Processing Unit) A8-4500M, Radeon HD 8750M dan memori DDR3 sebesar  4 GB. Acer E1-451G juga dilengkapi fitur yang menunjang kegiatan sehari-hari seperti port USB 3.0,  Memory Card Reader, Gigabit Ethernet, HDMI dan dua built-in stereo speakers. Selain itu, tersedia juga optical drive berjenis DVD Writer Super Multi serta Acer Crystal Eye webcam yang dilengkapi fitur Video Coference hingga resolusi 720p.

AMD A8
AMD A8-4500M

Seperti yang dikatakan diatas Acer Aspire E1-451G ini dilengkapi prosessor AMD APU A8-4500M. Untuk yang belum tahu, APU adalah prosessor buatan AMD yang didalamnya juga sudah terdapat kartu pemroses grafis atau yang biasa kita sebut GPU atau VGA. APU A8-4500M sendiri telah mengusung title “quad core” dan berkecepatan 1.9 GHz yang bisa ditingkatkan hingga 2.8 GHz dengan adanya fitur Turbo Core. Selain Radeon HD 8750M yang memiliki memory 2GB, terdapat juga Radeon HD 7640G sebagai VGA tambahan yang terintegrasi dengan APU A8-4500M.

Laptop dengan VGA Radeon HD 8750M
Laptop dengan VGA Radeon HD 8750M

Dengan spesifikasi tersebut, Acer Aspire E1-451G merupakan laptop yang bisa menjalankan berbagai aplikasi, cocok untuk temani kamu dalam menyelesaikan berbagai tugas ataupun menjalankan Game 3D dengan lancar.

source: http://www.amd-id.com/2013/06/acer-aspire-e1-451g-laptop-dengan-vga-radeon-hd-8000-series-pertama-di-indonesia/

 

1. Jelaskan pernyataan berikut “Masalah penelitian dapat bersumber dari penulis sendiri, orang lain dan buku referensi”.

 

 

 

 

 

Masalah penelitian bersumber dari penulis sendiri

 

Topik penelitian tersebut berasal dari gagasan dan pemikiran dari sang penulisnya sendiri. Topik tersebut bisa berupa pengalaman pribadi yang membuat si penulis membuat penulisan tersebut. Contoh: ketika sang penulis kekurangan uang dan sukses berbisnis online, kemudian penulis melakukan penulisan bagaimana caranya berbisnis online yang menghasilkan uang banyak.

 

 

 

Masalah penelitian bersumber dari orang lain

 

Si penulis penelitian tersebut mendapatkan topik permasalahan dari gagasan atau pengalaman orang lain. Kemudian penulis memebuat penelitian berdasarkan yang dipaparkan oleh orang lain melalu perbincangan sebelumnya.

 

 

 

Masalah penelitian bersumber dari buku referensi

 

Penulis mengambil topik permasalahan dari buku-buku yang menurutnya bagus untuk diangkat menjadi sebuah penelitian. Penulis tersebut akan meneliti lebih dalam isi dari buku-buku tersebut.

 

 

 

2. Buatlah 2 topik permasalahan yang menarik anda dan anda rencanakan untuk topik PI/skripsi

 

 

 

Sebenernya ada beberapa ide untuk sebuah penulisan ilmiah, di antaranya ada analisa dan alat, berikut beberapa judul yang menurut saya cocok untuk sebuah Penulisan Ilmiah :

 

 

 

  • Analisa Mouse biasa dengan Mouse Gaming berdasarkan rangkaian
  • Analisa Antivirus AVG dengan Antivirus Avira berdasarkan software pembanding
  • Stadion Sepak Bola dengan sensor air berbasis ATMEGA8535
  • Terowongan dengan sensor Pir berbasis ATMEGA8535
  • Sistem Parkir pada Drive-Thru dengan Sensor Pir Berbasis ATMEGA8535
  • Air Conditioner sederhana dengan sumber tegangan baterai
  • Air Conditioner sederhana dengan sumber tenaga matahari
  • Kulkas mini sederhana dengan sumber tegangan baterai
  • Charge Portable dengan sumber tegangan baterai

 

Saat ini tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa perang smartphone terus terjadi hingga sekarang. Tak terkecuali pada sistem operasinya. Saat ini semakin banyak dan semakin update sistem operasi di smartphone. Contohnya saja seperti Android Jelly Bean (android v.4.2), Blackberry 10, iOS 6, dan Windows 8 yang kesemuanya menjadi populer.

Seiring dengan semakin inovatifnya dan kreatifnya developer, sehingga memacu untuk membuat sebuah Operating Sistem baru untuk menjadi opsi bagi pengguna. Saat ini sudah ada beberapa rumor yang muncul tentang OS baru untuk smartphone. Dari beberapa rumor tersebut, kemungkinan akan terjadi pada tahun 2013 ini. Nah, mau tahu apa saja sistem operasi tersebut? Mari kita simak bersama, OS apa saja yang mungkin akan hadir di tahun 2013 ini.

1. Tizen

 

OS Tizen

Sistem operasi Tizen adalah proyek bersama dari Intel dan Samsung untuk membuat opsi sistem operasi. Ini sebenarnya adalah terusan dari OS yang dulu pernah mencuat, yaitu MeeGo yang diisukan akan keluar dari Nokia sebagai partner dari intel. Namun hal itu gagal, dan diteruskan intel dengan Samsung. Tizen ini merupakan OS yang berbasis Open Source, sama seperti Android. Rencananya, Operating Siste yang kemungkinan besar hadir di tahun 2013 ini akan disematkan di smartphone. Tak hanya itu saja, kemungkinan juga pada tablet ataupun Smart TV.

2. Ubuntu

Ubuntu OS

Pada tahun 2012 lalu, isu tentang akan hadirnya Operating Sistem Ubuntu, akan mewarnai smartphone juga. Namun ternyata itu adalah abenar. Canonical telah memperkenalkan sistem operasi ubuntu untuk smartphone ini pada awal tahun 2013 lalu. Pendiri Canonical mengklaim, bahwa sistem operasi ini memiliki interface lebih friendly ketimbang sistem operasi yang saat ini beredar. Namun sayangnya, Sistem Operasi ini akan tidak beredar saat ini, melainkan pertengahan 2013 atau bahkan awal 2014 nanti.

3. Firefox OS

Firefox OS

Firefox OS adalah salah satu Operating Sistem yang juga baru diluncurkan pada tahun 2013 ini. Mozilla mengatakan, bahwa sistem operasi ini juga tak kalah dengan sistem operasi seperti Android ataupun iOS yang saat ini sedang populer. Selain itu, OS ini juga diklaim lebih ringan. Karena ponsel ini berbasis teknologi HTML5 yang dikenal cukup ringan. Rencananya, pada kuartal pertama tahun 2013 ini akan ada ponsel yang menggunakan Firefox OS.

4. Sailfish

Jolla Sailfish

Sailfish adalah salah satu Operating Sistem yang dikembangkan oleh sejumlah developer mantan developer Nokia yang dulunya mengembangkan MeeGo. Developer ini tidak puas, karena dulunya meninggalkan project MeeGo begitu saja. Sehingga mereka membuat sebuah perusahaan sendiri yang bernama Jolla dan mengembangkan sistem operasi MeeGo dan memodiikasinya. Sehingga muncullah Sailfish yang kemungkinan akan diperkenalkan pada kuartal pertama tahun 2013 ini.

Seperti yang kita ketahui, Sailfish merupakan modifikasi dari MeeGo, yang menggunakan sistem swipe atau geser. Sehingga, kemungkinan ini akan menjadi keunggulan tersendiri bagi Sailfish. Selain itu, Sailfish ini berbasis Open Source, sehingga jika sebuah perusahaan dapat mendapatkan lisensi dan menggunakan Sailfish OS di produk mereka.

Nah, itulah 4 Sistem Operasi Smartphone terbaru di 2013 ini. Semoga saja OS yang hadir pada tahun ini akan seperti yang diharapkan pengguna. Terutama kemudahan-kemudahan yang ditawarkan. Oke, mungkin itu saja yang saat ini bisa ditulis. Semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang membaca.

source: http://www.kompinia.com/4-sistem-operasi-smartphone-terbaru-di-2013/

TUGAS 3 softskill

Posted: Mei 10, 2013 in Uncategorized
DAMPAK PERGAULAN BEBAS REMAJA
 
 
 
BAB  I
PENDAHULUAN
 
A . Latar  Belakang
 
                          Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa kearah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri,keluarga,dan lingkungan sekitar. Maka dari itu remaja tersebut harus mendapatkan perhatian khusus,baik oleh dirinya sendiri,orang tua,dan masyarakat sekitar. Banyak kita basa di media massa maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya sendiri,keluarga dan masyarakat sekitar.
                         Pergaulan bebas di kalangan remaja di indonesia saat ini dirasa amat memperihatinkan. Ini terlihat dari data banyaknya jumlah anak usia sekolah (remaja) yang telah melakukan hubungan seks, tanpa ikatan perkawinan.
Menurut data hasil survey KPAI, sebanyak 32 persen remaja usia 14-18 tahun di Jakarta, Surabaya, dan Bandung pernah berhubungan seks. Fakta lainnya, sekitar 21,2 persen remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi. Selebihnya, separuh remaja wanita mengaku pernah bercumbu. Karena itu, kami membuat karya tulis ilmiah ini untuk membahas, membagi informasi dan mumbuka wawasan kita lebih jauh mengenai masalah yang serius ini. Agar kita dan orang-orang di sekitar kita bisa terhindar dari pergaulan dan seks bebas, terutama bagi kalangan remaja yang sangat rentan akan hal ini.
 
B . Rumusan  Masalah
 
Apakah pengertian dari pergaulan bebas?
·         Apa faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja?
·         Apa saja dampak yang timbul dari pergaulan bebas  terhadap remaja?
·         Bagaimana cara mencegah terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja?
·         Bagaimana penanggulangan bagi remaja yang telah melakukan pergaulan bebas?
 
C. Tujuan  Penulisan
 
Adapun Tujuan Penulisan ini, antara lain :      
·         Mengetahui pengertian dari pergaulan bebas.
·         Mengetahui faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja.
·         Mengetahui dampak yang timbul dari pergaulan bebas  terhadap remaja.
·         Mengetahui cara mencegah terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja.
·         Mengetahui cara penanggulangan bagi remaja yang telah melakukan pergaulan bebas.
 
D. Manfaat Penulisaan
 
Adapun Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan ini, yaitu mengetahui, memahami dan menjelaskan secara mendalam dan terperinci tentang pergaulan remaja masa kiniserta dampak buruk yang kita peroleh.

BAB  II
LANDASAN  TEORI
 
A.    METODE PENELITIAN
Ø  Searching
Ø  Browsing
Ø   Interview
 
B.     B. PEMBAHASAN MASALAH

2.1 Pergaulan Remaja Masa Kini
 
Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.
Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas.
Menurut Program Manajer Dkap PMI Provinsi Riau Nofdianto seiring Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan, pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas. Mereka begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, apalagi malam minggu. Pelakunya bukan hanya kalangan SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP. ‘’Banyak kasus remaja putri yang hamil karena kecelakan padahal mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa resiko yang akan dihadapinya,’’ kata cowok yang disapa Mareno ini pada Xpresi, Rabu (20/8) di ruang kerjanya.

Sejak berdirinya Dkap PMI tiga tahun lalu, kasus HIV dan hamil di luar nikah terus mengalami peningkatan. Setiap bulan ada 10-20 kasus. Mereka yang sebagian besar kalangan pelajar dan mahasiswa ini datang untuk melakukan konseling tanpa didampingi orang tua. ‘’Rata-rata mereka berusia 16-23. Bahkan ada yang berusia 14 tahun datang ke Dkap untuk konsultasi bahwa ia sudah hamil. Mereka yang melakukan konseling, ada datang sendiri, ada juga dengan pasangannya. Sebagian besar orang tua mereka tidak tahu,’’ ujarnya.

Meskipun begitu, lanjutnya para remaja yang mengalami ‘kecelakaan’ ini tak boleh dijauhi dan dibenci. ‘’Kita tidak pernah melarang mereka untuk melakukan hubungan seks, karena ketika dilarang atau kita menghakimi, mereka akan menjauhi kita. Makanya, Dkap disini merupakan teman curhat mereka dan kita memberikan solusi bersama. Seberat apapun masalahnya, kalau bersama bisa diatasi,’’ ungkapnya lagi.
Bukan hanya remaja nakal saja yang terjebak, anak baik pun bisa kena. ‘’Anak baik yang disebut anak rumah pun ada yang mengalami ‘kecelakaan’,’’ ucapnya.

Oleh sebab itu, sangat diperlukan pancegahan dini dengan memberikan pengetahuan seks. ‘’Pendidikan seks itu sangat penting sekali. Tapi, di masyarakat kita pendidikan seks itu masih dianggap tabu. Berdasarkan pengamatan kami, banyaknya remaja yang terjebak seks bebas ini dikarenakan mereka belum mengetahui tentang seks. Seks itu bukan hanya berhungan intim saja. Tapi, banyak sekali, bagaimana merawat organ vital, mencegah HIV dan lainnya. Pelajari seks itu secara benar supaya kita bisa hidup benar,’’ tuturnya.

Sementara itu, Martha Sari Uli pelajar SMAN 4 Pekanbaru mengaku interaksi bebas di kalangan remaja dalam pergaulan bebas, identik dengan kegiatan negatif. ‘’Banyak anak-anak remaja beranggapan bahwa masa remaja adalah masa paling indah dan selalu menjadi alasan sehingga banyak remaja yang menjadi korban dan menimbulkan sesuatu yang menyimpang,’’ ungkapnya ketika diminta komentarnya mengenai pergaulan bebas di kalangan remaja.

Senada dengan itu, Debora Juliana juga pelajar SMAN 4 Pekanbaru mengatakan pergaulan bebas itu saat ini sudah tidak tabu lagi, dan banyak remaja yang menjadikannya budaya modern. ‘’Pergaulan bebas berawal ketika remaja mulai melakukan perbuatan yang keluar dari jalur norma-norma yang berlaku di sekitar kehidupan kita. Sekarang banyak banget anak-anak seumuran kita sudah keluar dari jalurnya,’’ ujar cewek kelahiran 18 Juli 1993. ‘’Kalo aku nggak pernah melakukan hal tersebut dan jangan sampai lah,’’ tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua MUI Provinsi Riau Prof Dr H Mahdini MA mengatakan data yang ditemukan lebih banyak lagi anak-anak yang melakukan seks bebas. Maka diperlukan pencegahan. ‘’Saya meminta semua kalangan, baik para pendidik, orang tua, dan tokoh masyarakat agar memfungsikan tugas-tugas sosialnya,’’ pintanya.
Banyaknya kalangan remaja yang melakukan seks bebas, lanjutnya diindikasikan ada jaringan tertentu yang menggiring anak-anak ke hal yang negatif. Oleh karena itu, MUI menghimbau untuk menutup tempat yang berbau maksiat. ‘’Menutup tempat maksiat itu jauh lebih penting demi generasi muda,’’ sarannya.

Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini, anak-anak bisa saja berbohong. Oleh sebab itu, sambungnya pengawasan orang tua harus diperketat. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan.

Ia berharap, semua sekolah-sekolah tanpa terkecuali memperkuat kembali kehidupan beragama. ‘’Kita harus menanamkan nilai-nila agama sejak dini sehingga mereka memiliki kepribadian yang kuat,’’ katanya.

Hal yang sama juga diutarakan Drs Ali Anwar, kepala SMA 5 Pekanbaru. Menurutnya, akibat perkembangan zaman, ketika agama tidak lagi menjadi pokok dalam kehidupan banyak remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas. ‘’Solusinya, kuatkan lagi ajaran agama. Baik di sekolah maupun di rumah agama merupakan kebutuhan pokok,’’ ucapnya.
Selain itu, orang tua harus lebih memperhatikan anaknya. ‘’Orang tua dan anak harus selalu berkomunikasi. Sehingga tahu persoalan anak,’’ ungkapnya.

2.2 Akibat Yang Ditimbulkan Remaja Masa Kini

Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan sebagai berikut :
- Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya iman si penzina, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu.
- Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.
- Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
- Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
- Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
- Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.
- Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga.
- Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya.
- Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.
- Apa yang didapatkan para pelaku seks bebas dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diinginkannya. Ini adalah karena, orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat maka Tuhan akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Tuhan tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
- Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim, durhaka kepada orang tua, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan perdukunan serta dosa-dosa besar yang lain. Seks bebas biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.
- Seks bebas menghilangkan harga diri pelakunya dan merusakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya.
- Aib yang dicorengkan kepada pelaku seks bebas lebih membekas dan mendalam daripada dosa kafir misalnya, karena orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya, namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa karena walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukannya.

2.3 Tentang Prilaku Seks Bebas di Kalangan Remaja
Menurut data hasil survey KPAI, sebanyak 32 persen remaja usia 14-18 tahun di Jakarta, Surabaya, dan Bandung pernah berhubungan seks. Salah satu pemicunya, muatan pornografi yang diakses via internet. Kepada remaja, jangan pernah menulis sejarah dengan tinta benci dendam di atas halaman putih ketulusan orangtua.
 
Fakta lainnya, sekitar 21,2 persen remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi. Selebihnya, separuh remaja wanita mengaku pernah bercumbu. Survei KPAI juga menyebutkan, 97 persen perilaku seks remaja diilhami pornografi di internet. Dunia internet adalah dunia yang menyebarkan “kebohongan yang positif”, termasuk soal seks.
 
Di Jakarta, menurut Riset Strategi Nasional Kesehatan Remaja yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Survei yang dilakukan BKKBN menyebutkan 5,3 persen pelajar SMA di Jakarta pernah berhubungan seks. Dan 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Dari hasil survei yang dilakukan Annisa Foundation ditemukan 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat, pernah berhubungan seks.
 
Tentang seks pranikah, dr Boy Abidin, Sp.OG, dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, mengatakan, ancaman nyata adalah kehamilan di luar nikah serta aborsi yang tidak aman. “Mayoritas remaja percaya hubungan seks yang dilakukan satu kali tidak menyebabkan kehamilan, padahal faktanya tidak demikian,” katanya.
 
“Sejak dini remaja perlu dibekali dengan informasi yang benar tentang tubuhnya, seksualitas, dan organ reproduksi,” tuturnya. Kenyataannya, pengetahuan remaja mengenai metode kontrasepsi dan hubungan seks yang aman dinilai masih pas-pasan bahkan rendah. Wow, ayah dan ibu silakan meratap karena berakhir sudah kebohongan yang dibangun dari dunia bisik-bisik malam kelam.
 
Survei internasional yang dilakukan Bayer Healthcare Pharmaceutical terhadap 6.000 remaja di 26 negara mengungkapkan, ada peningkatan jumlah remaja yang melakukan seks tidak aman.
 
“Di mana pun negara Anda tinggal, hambatan informasi menjadi penyebab para remaja ini menerima informasi yang salah mengenai seks dan kontrasepsi,” kata Denise Keller, salah satu peneliti survei itu.
 
Alih-alih mewacanakan seks dan remaja, sebuah stasiun televisi swasta pekan ini mengilustrasikan topik itu dengan menayangkan gambar seorang remaja putri bercelana minim dan berkaos ketat selengan. Dia berjalan bergandengan tangan bersama teman prianya. Mengapa yang justru diobyekkan gambar seorang perempuan manakala bicara soal seks dan remaja?
 
Tayangan media televisi dan inetrnet kerapkali menafikan kekhasan tubuh perempuan, yakni tubuh yang mengalami menstruasi secara berkala, tubuh yang memiliki payudara dan mempunyai rahim. Tayangan itu mengambil alih tubuh pria untuk menyebut pengalaman kebertubuhan perempuan. Ini bias pria ketika bicara soal seks dan remaja.
 
Bias itu “dicibir” oleh filsuf Simone de Beauvoir. Katanya, seseorang tidak dilahirkan sebagai perempuan tetapi dikonstruksikan oleh situasi sosial, historis, kultural dan ekonomisnya menjadi perempuan. Slogan populernya, “One is not born a woman, one becomes one.” Bagi pria, perempuan dipandang sebagai obyek seks (The Other, Sang Liyan), sementara pria dilihat sebagai Sang Subyek.
 
Bagaimana orangtua menyikapinya? Ketika berbicara soal seks kepada remaja, jangan pernah berbicara dan berlaku seperti layaknya agen rahasia Israel Mossad yang punya semboyan, “Kau akan berperang dengan tipu muslihat.” Bukankah mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky menulis bahwa persepsi adalah segalanya, karena itu informasi harus dikendalikan dan dimainkan dengan kebohongan.
 
Jauhi cara-cara yang meniru gaya Mossad manakala orangtua bicara soal seks di hadapan remaja. Gunakan model pendekatan ruang lingkup kebudayaan (circulo de cultura) yang dipopulerkan oleh tokoh pendidikan Amerika Latin Paulo Freire.
 
Maksudnya, berikan rasa aman dan penerimaan seluas-luasnya kepada remaja sebagai pribadi yang berhak berkembang. Remaja menamai jagat dunia seksnya sendiri. Bukan jagat dunia seks versi orangtua. Caranya, temukan dan bicarakan bersama-sama topik-topik ngetrend soal seks dan remaja.
 
Dan tuan putri YYX bertutur, “Dengan ibu, aku membicarakan segalanya, dari pengalaman pacaran, sampai my first kiss. Segalanya lapor sama ibu. Ibu adalah penguasa tunggal di hatiku.” Saat itu juga, Dewi Aphrodite meminta para pelayannya untuk menyelubungi dirinya dengan menggunakan kerudung tipis.
 
Aphrodite menyukai sajian bunga-bunga putih, pohon apel, dan bunga ros. Wahai remaja, berikan ibumu persembahan bunga-bunga khas Aphrodite seraya berdoa, “Seks adalah cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.”
 
 
2.4 Cara Mencegah Prilaku Seks Bebas Pada Remaja 
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja:
Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
Salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia.
Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi.
Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui, mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka saat melihat tayangan tersebut.
Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku seks bebas.
Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
Perlu adanya wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.
 
BAB III
METODE  PENELITIAN
 
  Hasil  Penelitian
      
  Penyebab  pergaulan bebas
Persentase : 
No.
Keterangan
Jumlah Responden
Persentase
1.
Lingkungan
50
55  %
2.
Pendidikan
16
10 %
3.
Perhatian Orang Tua
34
35
 
 
 
 
·        Pengetahuan  tentang  Pergaulan Bebas
No.
Keterangan
Jumlah Responden
Persentase
1.      
Tahu
34
91  %
2.
Tidak  tahu
30
9    %
 
 
 
 
BAB  IV
PEMBAHASAN
 
Jalan Keluar

·         Menanamkan Nilai Keimanan
·         Mengurangi nonton televise
·          Banyak beraktifitas postif
·         Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

 
 
BAB  V
PENUTUP
 
 
 Kesimpulan
 
permasalahan remaja kita merupakan persoalan yang sangat serius. Jika permasalahan remaja yang ada di negeri ini tidak dikurangi dan diselesaikan dengan cepat maka dapat menyebabkan hancurnya tatanan bangsa di masa depan. Beberapa faktor yang mendorong anak remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah diantaranya adalah pengaruh liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan dan faktor keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari media massa. Seks bebas adalah perilaku seks di luar hubungan pernikahan. Menurut Sigmund Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah ada sejak manusia lahir. Sejak lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang seksual atau memiliki libido (enerji seksual) yang mengalami perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal, falik dan genital.
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja:
Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang.
Salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia.
Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi.
Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui, mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka saat melihat tayangan tersebut.
Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku seks bebas.
Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
Perlu adanya wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas.
Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.
 
 
BAB VI
DAFTAR  PUSTAKA
 
 

 

1   Mudah di pahami oleh pembaca

      Aspek ini merupakan aspek lanjutan dari sebelumnya, dimana saat pembaca melihat judul yang menarik. Namun saat membaca membuat mengantuk atau bosan, tidak mustahil sang pembaca langsung menutup laman tersebut. Tipsnya adalah :
 - Jangan memberi terlalu banyak teks yang di tampilkan
 - Gunakan kombinasi gambar dan warna
 - Gunakan bahasa yang familiar di telinga masyarakat atau berikan penjelasan setelahnya
 
 
 
 
  1. Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;
  1. Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1)    Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
2)   Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3)   Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
b.    Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.
c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik;
1)    Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2)    Ajukan pertanyaan
 
  1. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
 
  1. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.
 
II. PENGUMPULAN INFORMASI UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH
A.    MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN
Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.
1.    Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.
2.    Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;
a.    Atur waktu membaca
b.    Bacalah secara selektif
c.    Bacalah secara bertanggung jawab
d.    Bacalah secara kritis
3.    Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.
 
4.    Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber  bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.
 
5.    Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.
 
B.    MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN
Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;
1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
2.    Mempersiapkan pedoman wawancara
3.    Melaksanakan wawancara
4.    Mengolah hasil wawancara
 
 
TAHAP PROSES PENULISAN
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
  • Tahap Pra Penulisan
1.  Pemilihan dan pembatasan topik
2.  Merumuskan tujuan
3.  Mempertimbangkan bentuk karangan
4.  Mempertimbangkan pembaca
5.  Mengumpulkan data pendukung
6.  Merumuskan judul
7.  Merumuskan tesis
8.  Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline
 
  • Pemilihan Topik
# Apa yang akan kita tulis?
#  Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
#  Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
#  Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.
 
  • Tahap Penulisan Draf
-          Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.
-          Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
-          Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.
 
  • Tahap Revisi
-          Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
-          Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.
 
  • Tahap Penyuntingan
-          Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
-          Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
-          Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.
 
  • Tahap Publikasi
-          Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.
-          Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.
TAHAP EVALUASI
Tahap terakhir yaitu verifikasi atau evaluasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.
Ada lima kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi setiap bagian dari menulis sebagai berikut :
 
Fokus.
Apa yang Anda menulis tentang? Apa klaim atau tesis Anda membela? Kriteria ini adalah yang luas, berkaitan dengan konteks, tujuan, dan koherensi dari sepotong tulisan. Apakah topik Anda sesuai untuk tugas? Apakah Anda tetap pada topik itu atau terlena pada garis singgung tidak membantu? Apakah Anda berfokus terlalu teliti atau terlalu banyak? Misalnya, esai tentang Perang Saudara Amerika pada umumnya mungkin terlalu luas untuk esai perguruan tinggi yang paling. Anda mungkin akan lebih baik menulis tentang pertempuran tertentu, umum, atau kejadian.
 
Pembangunan.
Pembangunan berkaitan dengan rincian dan bukti. Apakah Anda menyediakan cukup bahan pendukung untuk memenuhi harapan pembaca Anda? Sebuah laporan penelitian yang tepat, misalnya, biasanya mencakup banyak referensi dan kutipan untuk banyak karya lain yang relevan beasiswa. Sebuah deskripsi lukisan mungkin akan mencakup rincian tentang, komposisi penampilan, dan bahkan mungkin informasi biografis tentang seniman yang melukisnya. Memutuskan apa rincian untuk menyertakan tergantung pada penonton dimaksudkan sepotong. Sebuah artikel tentang kanker ditujukan untuk anak-anak akan terlihat sangat berbeda dari satu ditulis untuk warga senior.
 
Organisasi
Organisasi, sering disebut “pengaturan,” menyangkut ketertiban dan tata letak kertas. Secara tradisional, kertas dibagi menjadi, tubuh kesimpulan pengenalan, dan. Paragraf terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik (kesatuan), dan transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis. Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, melayang di antara topik yang tidak berhubungan dengan cara serampangan dan membingungkan.
 
Gaya
Gaya secara tradisional berkaitan dengan kejelasan, keanggunan presisi, dan. Sebuah stylist yang efektif tidak hanya mampu menulis dengan jelas untuk penonton, tetapi juga bisa menyenangkan mereka dengan bahasa menggugah, metafora, irama, atau kiasan. Penata Efektif bersusah payah tidak hanya untuk membuat titik, namun untuk membuatnya dengan baik.
 
 
Konvensi
Kriteria ini meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Meskipun banyak siswa berjuang dengan konvensi, pengetahuan tentang di mana untuk menempatkan koma dalam sebuah kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga untuk menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan dapat membuat bahkan seorang penulis brilian tampak ceroboh atau bodoh, kualitas yang jarang akan terkesan pembaca seseorang.
 
Sumber :

Alinea Atau Paragraf

Posted: November 4, 2012 in Uncategorized

Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Paragraf atau alinea biasanya dibuat dibaris baru dengan 5 spasi, sehingga tulisannya terlihat menjorok ke dalam. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

TUJUAN PEMBENTUKAN ALINEA ATAU PARAGRAF
- Memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema.
- Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal

UNSUR-UNSUR ALINEA ATAU PARAGRAF
Paragraf terdiri atas kalimat topik atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama.
A. Ciri kalimat topik :
1. Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut.
2. Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
3. Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
4. Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi

B Ciri kalimat pendukung :
1. Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
2. Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea.
3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat transisi.
4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik

SYARAT-SYARAT ALINEA ATAU PARAGRAF
1. Kesatuan
Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut. Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.

2. Koherensi
Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi dalam sebuah alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan seksama. Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa (kelompok kata) dalam bermacam-macam hubungan.

3. Pengembangan
Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. Pengembangan paragraph deduktif, misalnya, yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf, pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya.
Selain kalimat topik, pengembangan paragraf berhubungan pula dengan fungsi paragraf yang akan dikembangkan: sebagai paragraf pembuka, paragraf pengembang, atau paragraf penutup. Fungsi tersebut akan mempengaruhi pemilihan metode pengembangan karena misi ketiga paragraf tersebut dalam karangan saling berbeda .
Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan,yaitu: persuasive, argumentatif, naratif, deskriptif, dan eksposisi. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif, misalnya akan berbeda dengan naratif.
Setelah mempertimbangkan faKtor tersebut barulah kita memilih salah satu metode pengembangan paragraf yang dianggap paling tepat dan efektif. Diantara banyak metode pengembangan paragraf yang terdapat di dalam buku – buku komposisi, disini diangkat enam metode yang umum dipakai untuk mengembangkan alinea dalam penulisan karangan. Metode yang dimaksud adalah : metode definisi, metode contoh, metode sebab-akibat, metode umum khusus, dan metode klasifikasi. Didalam mengarang, keenam metode pengembangan paragraf tersebut dapat dipakai silih berganti sesuai dengan keperluan mengarang si penulisnya.

1) Metode Definisi
Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas, penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu

2) Metode Proses
Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). Banyak sekali peristiwa atau kejadian yang prosesnya berbeda satu sama lainnya. Proses kerja suatu mesin , misalnya, tentu berbeda sangat jauh dengan proses peristiwa sejarah.

3) Metode Contoh
Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.

4) Metode Sebab-Akibat
Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi.

5) Metode Umum-Khusus
Metode umum-khusnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur. Bagi penulis pemula, belajar menyusun paragraf dengan metode ini adalah yang paling disarankan. Pertimbangannya, di samping mengembangkan urutan umum-khusus relative lebih gampang,juga karena model inilah yang paling banyak dipakai dalam karangan ilmiah dan tulisan eksposisi seperti arikel dalam media massa.

6) Metode Klasifikasi
Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klsifikasi sebenarnya bukan khusu untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan. Namun, pengelompokan tidak berhenti pada inventarisasi persamaan dan perbedaan. Setelah dikelompokan, lalu dianalisis untuk mendapatkan generalisasi, atau paling tidak untuk diperbandingkan atau dipertentangkan satu sama lainnya.

5. JENIS-JENIS ALINEA ATAU PARAGRAF
Paragraf memiliki banyak ragamnya. Untuk membedakan paragraf yang satu dari paragraf yang lain berdasarkan kelompoknya,yaitu : jenis paragraf menurut posisi kalimat topiknya, menurut sifat isinya, menurut fungsinya dalam karangan.

1). Jenis paragraf menurut posisi kalimat topiknya
Kalimat yang berisi gagasan utama paragraf adalah kalimat topik. Karena berisi gagasan utama itulah keberadaan kalmat topic dan letak posisinya dalam paragraf menjadi penting. Posisi kalimat topik di dalam paragraf yang akan memberi warna sendiri bagisebuah paragraf. Berdasarkan posisi kalimat topik, paragraf dapa dibedakan atas empat macam, yaitu : paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-induktif(campuran), paragraf penuh kalimat topik.

A. Paragraf Deduktif
Adalah paragraf yang letak kalimat pokoknya di tempat kan pada bagian awal paragraf ,yaitu paragraf yang menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu, yang dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus (umum-khusus).

Contoh paragraf deduktif :
” Olahraga akan membuat badan kita menjadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Fisik orang yang berolahraga dengan yang jarang atau tidak pernah berolahraga sangat jelas berbeda. Contohnya jika kita sering berolahraga fisik kita tidak mudah lelah, sedangkan yang jarang atau tidak pernah berolahraga fisiknya akan cepat lelah dan mudah terserang penyakit.”

Contoh lain paragraph deduktif :
”Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru.”

B. Paragraf Induktif
Paragraf induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum (khusus-umum).

Contoh paragraf induktif:
” Yang menyebabkan banjir di Jakarta sangat jelas disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Contohnya saja masih banyak orang-orang yang buang sampah yang tidak pada tempatnya. Selain itu masyarakat juga tidak peduli terhadap selokan di sekitarnya. Oleh sebab itu maka seharusnya pemerintah setempat harus lebih mensosialisasikan bahaya banjir kepada masyarakat. Supaya masyarakat dapat ikut serta dalam bersosialisasi terhadap bahaya banjir. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa seluruh masyarakat dan pemerintah setempat harus menggalakan supaya Jakarta bebas banjir dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan selokan di sekitarnya.”

Contoh lain paragraf induktif :
“Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancer. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien”.

C. Paragraf Campuran
Paragraf campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph (deduktif-induktif). Kalimat pada akhir paragraf umumnya menjelaskan atau menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal paragraf.

Contoh paragraf campuran :
”Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi”.

Contoh lain paragraf campuran :
” Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah yang kuat,murah, dan sehat. Pihak dari pekerjaan umum sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah, tetapi kuat. Tampaknya bahan perlit yang diperoleh dari batuan gunung beapi sangat menarik perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan air tanah. Usaha ini menunjukan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah yang kuat, murah dan sehat untuk memenuhi kebutuhan rakyat.”

2). Jenis paragraf atau alinea berdasarkan paragraf penuh kalimat topik
Seluruh kalimat yang membangun paragraf sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat yang khusus menjadi kalimat topik. Kondisi seperti itu dapat atau biasa terjadi akibat sulitnya menentukan kalimat topic karena kalimat yang satu dan lainnya sama-sama penting. Paragraf semacam ini sering dijumpai dalam uraian-uraian bersifat dskriptif dan naratif terutama dalam karangan fiksi.

Contoh paragraf penuh kalimat topik :
” Pagi hari itu aku berolahraga di sekitar lingkungan rumah. Dengan udara yang sejuk dan menyegarkan. Di sekitar lingkungan rumah terdengar suara ayam berkokok yang menandakan pagi hari yang sangat indah. Kuhirup udara pagi yang segar sepuas-puasku.”

3). Jenis Paragraf Menurut Sifat Isinya
Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat digolongkan atas lima macam,yaitu:
1. Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
Contoh:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.

2. Argumentatif
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

3. Deskriptif
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
Contoh:
Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah, dia sungguh tampak sempurna.

4. Persuasif
Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu. isi paragraf ini mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca. Paragraf persuasif banyak dipakai dalam penulisan iklan,terutama majalah dan Koran .
Contoh:
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.

5. Naratif
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.
Contoh:
Jam istirahat. Aldi tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.

4). Jenis Paragraf Menurut Fungsi / Tujuannyanya dalam Karangan
Menurut fungsinya, paragraf dapat dibedakan menjadi 3 , yaitu:
1. Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf pembuka biasanya bertujuan untuk mengutarakan suat aspek pokok pembicaraan dalam karangan .
Sebagai bagian awal sebuah karangan, paragraf pembuka harus di fungsikan untuk:
1. Menghantar pokok pembicaraan.
2. Menarik minat pembaca.
3. Menyiapkan atau menata pikiran untuk mengetahui isi seluruh karangan.
Setelah memiliki ke tiga fungsi tersebut di atas dapat dikatakan paragraf pembuka memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah karangan. Paragraf pembuka harus disajikan dalam bentuk yang menarik untuk pembaca. Untuk itu bentuk berikut ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan menulis paragraf pembuka,yaitu:
1. Kutipan, peribahasa, anekdot
2. Pentingnya pokok pembicaraan
3. Pendapat atau pernyataan seseorang
4. Uraian tentang pengalaman pribadi
5. Uraian mengenai maksud dan tujuan penulisan
6. Sebuah pertanyaan.
Contoh paragraf pembuka :
Pemuli baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancer seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias tidur dan tidak mau makan.

2. Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
Paragraf ini didalam karangan dapat difungsikan untuk:
1. Mengemukakan inti persoalan.
2. Memberikan ilustrasi.
3. Menjelaskan hal yang akan diuraikan pada paragraf berikutnya.
4. Meringkas paragraf sebelumnya
5. Mempersiapkan dasar bagi simpulan.

3. Paragraf Penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting. Paragraf ini merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat paragraf penutup dimaksudkan untuk mengakhiri karangan. Penyajian harus memperhatikan hal sebagai berikut :
1. Sebagai bagian penutup,paragraf ini tidak boleh terlslu panjang.
2. Isi paragraf harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti seluruh uraian.
3. Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, disarankan paragraf ini dpat menimbulkan kesan yang medalam bagi pembacanya.
Contoh paragraf penutup : Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesama. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber :
id.wikipedia.org

http://rororizky.blogspot.com

http://merrycmerry.blogspot.com/2011/11/makalah-paragraf.html

http://swestimahardini.wordpress.com/2011/10/24/makalah-bahasa-indonesia-mengenai-alinea-paragraf/

Tugas 3

Posted: Juni 9, 2012 in Uncategorized

no

soal

jawaban

pilihan

1 Contoh : Ibu sedang memasak di …

31

1. Lesikal
2 Jenis LTM yang menyimpan data berdasarkan waktu adalah…

26

2. Ergonomi
3 Proses memanggil kembali informasi secara langsung disebut…

5

3. Typhography
4 Membagi tugas kedalam sub-sub tugas merupakan teknik analisa tugas yaitu…

20

4. Decay
5 Mengumpulkan informasi dengan cara mengurutkan dan memisahkan entri berdasarkan beberapa atribut merupakan teknik analisa tugas yaitu…

17

5. Recall
6 Visual Basic merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe…

29

6. Icon
7 Proses login pada v-class sebagai pengganti absensi di kelas konvensiaonal merupakan contoh prinsip design grafis yaitu…

19

7. Flow charts
8 Bentuk mouse yang nyaman digenggam adalah hasil dari hubungan ilmu IMK dengan ilmu…

2

8. WIMP
9 Informasi yang sudah lama berada di LTM akan lambat laun terlupakan merupakan proses melupakan informasi yang disebut…

4

9. GUI
10 Informasi akan terlupakan karena adanya informasi baru merupakan proses melupakan informasi yang disebut…

12

10. Hue
11 Teknik penggunaan huruf, karakter, symbol, pada design grafis disebut…

3

11. Grids
12 Dalam design grafis, yang digunakan untuk melambangkan suatu menu/perintah dan juga membuat perintah tersebut mudah dikenali yaitu…

6

12. Interference
13 Garis tersembunyi yang digunakan untuk membantu mengalokasikan komponen jendela disebut…

11

13. Stereoli-thography
14 HTML merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe…

18

14. Draw/paint program
15 Bahasa komputer yang berupa urutan dan struktur dari input hingga output adalah…

16

15. Delphi
16 Salah satu contoh notasi diagramatik adalah…

7

16. Sintaksis
17 Jenis dialog yang berfokus pada menus, buttons, forms, icons adalah…

8

17. Klasifikasi
18 Prinsip design grafis yang mengatur tentang kedekatan objek-objek yang terkait misalnya antara textbox dengan variabelnya adalah…

21

18. Scripted simulations
19 Jenis user interface yang menggunakan unsur multimedia adalah…

9

19. Consistency
20 Panjang gelombang spectrum cahaya pada warna disebut…

10

20. Dekomposisi Tugas
21 Bahasa komputer yang paling rendah dan berupa icon-icon pada layar adalah…

1

21. Proximity
22 Metode rapid prototyping yang ditemukan tahun 1986 di USA, disebut…

13

22. Rehearsal
23 Corel draw merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe…

14

23. Alignment
24 Yang merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Scripted simulations adalah…

28

24. VDU
25 Prinsip design grafis yang terlihat dari senadanya header pada halaman suatu website adalah…

30

25. Chunk
26 Rata kiri, rata kanan atau rata tengah adalah contoh prinsip design grafis yaitu…

23

26. Episodik
27 Yang merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Interface builders adalah…

15

27. WYSIWYG
28 Dapat memvisualisasikan dan memanipulasi informasi yang sama dalam representasi yang berbeda adalah fungsi dari paradigma jenis…

24

28. Power Point
29 Contoh dari paradigma Direct Manipulation adalah konsep…

27

29. Interface Builders
30 Untuk memudahkan kita dalam mengingat kadang kita mengelompokkan deretan angka atau huruf ke dalam kelompok-kelompok angka atau huruf yang lebih kecil, deretan angka atau huruf itu disebut…

25

30. Metaphor/

metafora

31 Proses tersimpannya suatu informasi karena pengulangan disebut…

22

31. Dapur

 

GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK

Posted: Desember 19, 2011 in Uncategorized

Grup Proses Manajemen Proyek

A. Proses Proyek

Proyek terdiri dari beberapa proses. Proses proyek dilakukan oleh orang-orang dan umumnya terdapat salah satu dari dua kategori utama:

1. Proses manajemen proyek berkaitan dengan menjelaskan dan mengorganisir pekerjaan proyek. Proses manajemen proyek yang berlaku untuk sebagian besar proyek
.
2. Produk – berorientasi proses berkaitan dengan menetapkan dan menciptakan produk suatu proyek. Produk – berorientasi proses yang biasanya di definisikan oleh siklus hidup proyek dan bervariasi berdasarkan wilayah aplikasi. Kedua kategori ini saling tumpang tindih dan berinteraksi sepanjang proyek itu berjalan. Sebagai contoh, ruang lingkup proyek tidak dapat di definisikan dengan tidak adanya pemahaman dasar tentang bagaimana menciptakan suatu produk.

B. Grup Proses

Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:

1. Initiating Processes
2. Planning Processes
3. Executing Processes
4. Controlling Processes
5. Closing Processes

Penjelasan:
1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari suatu proyek.

2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.

a. Core Processes, di bawah ini yang termasuk core processes:
• Scope Planning.
• Scope Definition.
• Activity Definition.
• Activity Sequencing.
• Activity Duration Estimating.
• Schedule Development.
• Resource Planning.
• Cost Estimating.
• Cost Budgeting.
• Project Plan Development.

b. Facilitaing Processes, di bawah ini yang termasuk facilitating processes:
• Quality Planning.
• Organizational Planning.
• Staff Acquisition.
• Communications Planning.
• Risk Identifications.
• Risk Response Development.
• Procurement Planning.
• Solicitation Planning.

3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang telah direncanakan.

• Project Plan Execution
• Scope Verification
• Quality Assurance
• Team Development
• Information Distribution
• Solicitation
• Source Selection
• Contract Administration

4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

• Overall Change Control
• Scope Change Control
• Schedule Control
• Cost Control
• Quality Control
• Performance Reporting
• Risk Response Control

5. Closing Processes, melakukan formalisasi hasil proyek, berupa produk, servis, ataupun hasil khusus dari proyek.
• Administrative Closure
• Contract Close-out

SUMBER:
1. http://translate.google.co.id/
2. Chapter 3: Project Management Processes
3. http://mcfans-mpti.blogspot.com/

PROJECT SCOPE MANAGEMENT

Posted: Desember 19, 2011 in Uncategorized
           Scope mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat didalam menciptakan produk-produk dari proyek dan proses yang digunakan untuk membuatnya.
         Delivarable adalah produk yang diproduksi sebagai bagian dari proyek seperti perangkat keras, dokumen perencanaan, atau rapat.
  Project Scope Management mencakup proses-proses yang terlibat dalam mendefinisikan dan mengendalikan apa yang tidak termasuk kedalam proyek.
Proses Projeck Scope Management
·   Scope planning : menentukan bagai mana ruang lingkup akan ditentukan, diperifikasi, dan dikendalikan.
·   Scope definition: menelaah project charter dan pernyataan ruang lingkup awal dan menambahkan informasi lebih lanjut sebagai persyaratan yang dikembangkan dan perubahan permintaan tersebut disetujui.
·   Membuat WBS:mengelompokkan penyampaian proyek besar menjadi lebih kecil, komponen lebih mudah ditangani.
·  Scope verivikasi : penerimaan mempormalkan ruang lingkup proyek.
·  Scope Control : Pengendalian perubahan ruang lingkup proyek.
Inisialisasi Proyek : Rencana strategis dan pemilihan proyek
  Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang, memprediksi tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
·  Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
·  Identifikasi proyek potensial.
·   Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang dikerjakan.
·    Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project charter.
Mengapa perusahaan investasi pada IT
·  Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
·  Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
·   Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.
Identifikasi proyek potensial
·  Banyak organisasi mengikuti proses perencanaan untuk memilih proyek IT.
·  Sangat penting untuk menyelaraskan proyek IT dengan strategi bisnis.
·  Penelitian menunjukan bahwa mendukung tujuan bisnis eksplisit adalah nomor satu alas an dikutip untuk berfantasi dalam proyek IT.
Metode pemilihan proyek
   Biasanya tidak cukup waktu atau sumber daya untuk menerapkan semua proyek.  Metode untuk proyek-proyek memilih meliputi :
- Berfokus pada kebutuhan organisasi yang luas
- Kategorikan proyek tegnologi informasi
- Tunjukkan net present value atau analisis keuangan lainnya
- Menggunakan metode skor tertimbang
- Menerapkan balanced sorecard
Kategori proyek IT
                     Suatu kategorisasi menilai apakah proyek tersebut memberikan respon terhadap suatu masalah, kesempatan.
                    Kategorisasi lain adalah berdasarkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek atau tanggal dengan yang harus dilakukan.

Sumber : andrajubir.blogspot.com/2010/12/project-scope-management.html